Cara pasang stud jahit | My Modest Style

Cara Pasang Stud di Jaket Jeans: Upcycle Baju

Bosen dengan bajumu? Jangan langsung dibuang, coba deh kamu restyle, atau kalau agak sobek atau bolong dijahit aja. Kamu pernah denger soal kampanye ramah lingkungankan? Salah satu upaya yang bisa lakukan adalah mengurangi sampah dan mengelola sampah dengan baik. Coba deh baca artikel mengenai bagaimana kampus ITS menggandeng salah satu perusahaan dalam upaya pengelolaan sampah di kampus.

Kamupun bisa berpartisipasi dalam keseharianmu, mulai dari no straw movement (pergerakan tolak sedotan) hingga mengurangi produksi sampahmu sehari-hari, salah satu contohnya adalah repurposing your wardrobe, di mana kita bisa memikir ulang bagaimana memakai baju kita dengan cara lain daripada membuangnya ;)

Misalnya kamu bosen dengan gaya jaketmu yang itu-itu aja, so let's spice it up by applying accessories! Face-lift pakaianmu. Kamu suka payet atau renda? Pasang aja di pakaian lama kamu, atau jahit patchwork yang lucu-lucu. Hasilnya malah jadi unik, ga ada duanya. Temenmu ga ada yang punya dan kepribadianmu jadi lebih keliatan melalui bajumu. Kerenkan!

Nah, kali ini aku mau share mengenai cara masang stud ke jaket jeansku. Klik video 'Cara Pasang Stud ke Jaket Jeans' di bawah ini.

Stud itu apaan sih? Heheheh Stud ini aksesoris yang jamak dipakai komunitas punk. Biasanya terbuat dari metal dan dipakai di jaket atau celaba mereka. Aku nemu stud plastik di online shop yang bisa dijahit, nah! Kebetulan aku suka hahaha.  Biasanya stud itu harus ngebolongin baju segala, nah yang ini tinggal jahit aja.

cara pasang stud, sustainable fashion - My Modest Stylecara pasang stud, sustainable fashion - My Modest Style

cara pasang stud, sustainable fashion - My Modest Style

 

 

 

 

 

 

 

Apa aja bahan yang diperlukan?

  • Stud/payet/renda
  • Pakaian yang akan di restyle
  • Benang jahit dengan warna sesuai pakaian
  • Jarum jahit dan gunting (aku pakai 'cekrisan' hahah, apa ya bahasa benernya?

 

 

Cara Pasang Stud

  1. Mulai dengan mengira-ngira bagian mana yang ingin kamu hias, di video (di atas) aku langsung jalan aja hahahah! Wrong move people! Kalau kamu rapih sih langsung aja cusss. Aku kebetulan engga hahahah :D
  2. Gunakan penggaris dan kapur jahit jika perlu supaya rapih
  3. Mulai jahit stud ke bagian pakaian yang diinginkan. Usahakan supaya rapih dan hati-hati dalam menjahit
  4. Lanjut hingga selesai.

cara pasang stud, sustainable fashion - My Modest Style

cara pasang stud, sustainable fashion - My Modest Style

 

 

 

 

 

 

 

Taa-daahhh! Ini hasilnya! Hahaha! Maaf ya berantakan, but I love it! Jadi lebih edgy sekarang dan keliatan beda. Mudahkan? Hayyyyooooh langsung dicoba, unleash your creativity.

cara pasang stud, sustainable fashion - My Modest Style

cara pasang stud, sustainable fashion - My Modest Style

 

 

 

 

 

 

 

Aku juga baru-baru ini belajar untuk lebih aware mengenai mengurangi konsumsi barang (belanja)  dan berusaha untuk menciptakan sesuatu daripada beli barang. Belajar untuk menghargai sebuah barang, #slowfashion lah. Bagaimana dengan kamu? Kali aja ada yang udah gape ngerombak baju lama, share dong pengalaman kalian di sini. Tinggalin komentar di bawah ini yaaaa!

 


belajar ngebatik, belajar batik | My Modest style

Belajar Ngebatik di Museum Tekstil Jakarta

Bicara mengenai fashion Indonesia, pastinya kita juga harus bicara tentang batik. Menurut Wikipedia:

Batik adalah kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain itu, kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu yang memiliki kekhasan.

Walaupun kata 'batik' sendiri berasal dari Indonesia, ternyata teknik ngebatik sendiri sudah ada sejak awal abad 4 di Mesir. Di Indonesia batik mulai tercatat sejak abad 8, semenjak Majapahit.

Sekarang ini, alhamdulillah banyak sekali kegiatan/workshop belajar ngebatik yang tersedia untuk kita ikuti, dari kursus secara intensif hingga dua jam kelar.  Museum Tekstil Jakarta di Tanah Abang, Jakarta Barat juga menawarkan kegiatan serupa dengan harga yang sangat terjangkau (dibanding batik workshop lainnya). Harga tiket masuk untuk museum 5,000 IDR, sedangkan untuk belajar ngebatik sendiri termasuk harga materialnya ialah 40,000 IDR.

Museum Tekstil Jakarta | My Modest Style
Museum Tekstil Jakarta

Ada tiga gedung utama di sini, dua gedung yang menampilkan bahan-bahan dan pendopo yang menjadi tempat kita belajar batik, letak pendopo ini di belakang. Museum Tekstil sendiri mempunyai koleksi kain yang lumayan beragam dan menarik, batik, songket, ikat sampai bagaimana cara membuat tekstil dari kulit kayupun dibahas di museum ini. Hari Senin museumnya tutup yah.

Sebenarnya, museum ini masih bisa dikembangkan lebih baik, dari display keterangan, pencahayaan, penambahan koleksi dan lainnya. Aku yakin kolektor pribadi di Indonesia jauh mempunyai koleksi bahan yang lebih canggih dari ini. In sha Allah dengan menambahnya minat masyarakat terhadap museum akan makin berkembang museum-museum kita.

Belajar Ngebatik

Praktek belajar ngebatik | My Modest Style
Praktek belajar ngebatik

Ruangan pendopo ini besar, diset-up dengan kursi-kursi kecil yang disandang dengan tungku malam dan peralatannya. Pertama kita bayar ke petugas sebesar 40,000 IDR kalau terlanjur sudah bayar HTM nanti akan dikembalikan sisanya. Tuh coba, sangat dimudahkan ya sama pemerintah! Tinggal dateng aja bawa badan karena peralatan dan bahan sudah termasuk.

  • Kain sebesar 40 X 40 cm
  • Malam, canting, peralatan dipinjamkan
  • Pola yang bisa dicontoh
  • Pelayanan dari petugas untuk mewarnai kainnya
  • Petugas yang ramah juga akan menjelaskan dasar-dasar ngebatik

Kegiatan ini sendiri berlangsung sekitar 1.5 sampai 2 jam, jadi setelah mengagumi keragaman tekstil Indonesia kita bisa langsung belajar. Paling telat pendaftaran jam 3 sore ya! Musholla dan toilet yang nyaman juga tersedia, ada taman pulak untuk kita menikmati udara bebas.

ngebatik | My Modest Style
Kain dilapisi malam
Mulai ngebatik | My Modest Style
Mulai ngebatik

Setelah kain polos telah selesai diberi malam, kain tersebut akan 'dimasak' dengan pewarna, lilinnyapun akan dilelehkan, digantung sebentar hingga kering, langsung bisa dibawa pulang.

Bagian pewarnaan batik | My Modest Style
Bagian pewarnaan batik

Apa perlu skill dulu untuk belajar batik? Engga kok, yang penting pengen aja. Batikanku aja hasilnya lumayan berantakan karena belum bisa rapih, malamnya banyak yang menetes bleber hahaha! :D

Ga apa yang penting kita enjoy.

Mereka juga menerima grup dalam jumlah besar kalau nggak salah 20 orang juga bisa. Yang penting kasih down payment dulu. Kalau kamu ada ide untuk bikin workshop sendiri bisa juga, tinggal kita kerjasama dengan pihak museum, bikin paket yang menarik misalnya kainnya diganti dengan kualitas lebih baik, tambah menu boks makan siang sembari piknik di tamannya (jangan lupa buang sampah di tempatnya) dan lain lagi. Banyak juga turis asing yang sangat berminat untuk ngebatik, lumayan jugakan untuk nambah uang saku? ;)

Sebenernya di dalam museum itu sendiri juga sangat menarik untuk ngadain acara, ruangannya luas, ga usah didekor terlalu banyak karena tekstilnya sendiri udah sangat cantik dan bangunannya model kolonial, parkiran cukup luas, tempat ibadah ada, dan pastinya pihak museum akan seneng kalau acara kita bisa menambah awareness. Everybody wins!

Yuk, ajak keluarga kita dan temen-temen untuk main ke Museum Tekstil dan belajar sesuatu! Daripada ke shopping mall, mari kita mulai menciptakan sesuatu daripada belanja terus ;)


A day alone at the sea

Just the other day I happened to wake up early. That is unusual for an engineering student. After a long time I could witness the sunrise. I could feel the sun rays falling on my body. Usual morning is followed by hustle to make it to college on time. This morning was just another morning yet seemed different.

Witnessing calm and quiet atmosphere, clear and fresh air seemed like a miracle to me. I wanted this time to last longer since I was not sure if I would be able to witness it again, knowing my habit of succumbing to schedule. There was this unusual serenity that comforted my mind. It dawned on me, how distant I had been from nature. Standing near the compound’s gate, feeling the moistness that the air carried, I thought about my life so far.

I was good at academics, so decisions of my life had been pretty simple and straight. Being pretty confident I would make it to the best junior college of my town in the first round itself, never made me consider any other option. I loved psychology since childhood, but engineering was the safest option. Being born in a middle class family, thinking of risking your career to make it to medical field was not sane. I grew up hearing ‘Only doctor’s children can afford that field’ and finally ended up believing it. No one around me believed in taking risks. Everyone worshiped security. I grew up doing the same.

‘Being in the top will only grant you a good life’ has been the mantra of my life. But at times, I wish I was an average student. I wish decisions would have not been so straightforward. Maybe I would have played cricket- the only thing I feel passionate about. Or maybe I would have studied literature (literature drives me crazy). Isn’t that disappointing- me wishing to be bad at academics. It’s like at times I hate myself for the stuff I am good at.

This is what has happened to us. We want the things we have been doing forcefully to fail. And then maybe people around us would let us try something else or our dreams. We are accustomed to live by everyone else’s definition of success. We punish people for the things they are passionate about, just because we were unable to do the same at some point in our life.

I feel like these concrete buildings have sucked our desires and our dreams. We are so used to comfort that compromise seems like a taboo. We have lost faith in ourselves. If we can make through it right now, we can do the same in the days to come. You only need a desire to survive and nothing more- not money or cars or designer clothes.

Staying locked up in four walls have restricted our thinking. I feel like our limited thinking echoes through this wall. We are so used to schedules and predictable life that we have successfully suppressed our creative side.

When you step out of these four walls on a peaceful morning, you realize how much nature has to offer to you. Its boundless. Your thoughts, worries, deadlines won’t resonate here. Everything will flow away along with the wind. And you will realize every answer you had been looking for, was always known to you.

It would mean a lot to me if you recommend this article and help me improve. I would love to know your thoughts!